Tabalong Miliki Pusat Jajanan

Setelah meresmikan Pusat Kuliner Tanjung Bersinar di Mabu’un pada akhir tahun 2016 lalu, kini Bupati Tabalong kembali meresmikan satu tempat kuliner yang lokasinya tepat dijantung kota Tanjung.

‎Adalah “Pusat Jajanan Barunak”, menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menikmati kuliner, baik kuliner khas Tabalong, maupun kuliner-kuliner lainnya yang pada umumnya  dijual dilokasi-lokasi kuliner.

Menurut Bupati Tabalong, H. Anang Syakhfiani, dengan dibangun dan diresmikan Pusat Jajanan Barunak ini, ‎merupakan salah satu wujud dan bukti perhatian pemerintah kabupaten Tabalong terhadap masyarakat Tabalong yang kebetulan mempunyai usaha kuliner ini.

Meskipun kecil, namun dengan menempati tempat baru yang terbilang bersih dan nyaman ini, jauh lebih baik dari tempat-tempat mereka sebelumnya yang terbilang kumuh.

“Ini merupakan sebagian kecil dari perhatian ‎pemerintah untuk masyarakat kita yang memiliki usaha kecil seperti ini,”ujarnya.

Kalau pengusaha kuliner besar itu tidak menjadi masalah, pedagang-pedagang kuliner kecil seperti ini lah yang harus diperhatikan, karena sebelumnya mereka ini tidak mempunyai tempat usaha yang layak.

Semua pedagang di Pusat Jajanan Barunak ini sebelumnya menempati beberapa lokasi seperti ditaman kota, di seberang mesjid Tanjung, dan di sepanjang trotoar taman kota Tanjung.

Bupati mengatakan ketika menjelang hari jadi kabupaten Tabalong atau pun pada saat penilaian adipura, pemilik kuliner kaki lima ini selalu ditertibkan oleh petugas Satpol PP.

Namun setelah menempati Pusat Jajanan Barunak ini, dijamin mereka akan dapat berjualan dengan tenang.

Ia mengatakan proses pemindahan pedagang kuliner kaki lima ini sangat panjang, sehingga baru saat ini mereka menempati tempat yang lumayan strategis.

Karenanya para pedagang kaki lima ini harus bersyukur, dengan menempati pusat Jajanan Barunak ini mereka tidak akan lagi berpindah-pindah tempat.

Namun memang di awal-awal dibuka suatu usaha, tentu tidak akan seramai usaha yang sudah lama buka.

“Saya minta para pedagang dapat bersabar,  karena mungkin dalam seminggu atau satu bulan kedepan, dagangan mereka tidak akan terlalu ramai, namun jika orang-orang sudah mengetahuinya tentu tempat akan menjadi ramai,”ujarnya.

Karena segala sesuatu itu perlu proses, dan yang namanya proses tentu tidak ada yang cepat, seperti halnya mencarikan solusi untuk para pedagang kaki lima ini harus memakan waktu hampir tiga tahun.

” waktu pertama saya menjabat sebagai bupati Tabalong, saya sudah memikir para pedagang kuliner kaki lima ‎ini agar memiliki tempat yang layak,”ujarnya.

Dan pada hari ini ungkapnya mereka baru dapat menempati warung atau kios kuliner yang layak, sehingga pembeli yang ingin menikmati kuliner mereka, dapat menikmati dengan nyaman.

Namun tegasnya, dirinya berharap para pedagang yang menempati tempat ini dapat menjaganya, dapat merawatnya, sehingga fasilitas-fasilitas yang sudah dibangun ini selalu baik dan terawat.

Termasuk dengan menjaga kebersihan dari kios atau warung mereka masing-masing, agar kebersihan dapat selalu terjaga.

“Saya tidak ingin, pedagang yang sudah menempati tempat ini berpindah-pindah atau memindah tangankan kios atau warungnya,”ujarnya.

Kalau ada pedagang yang memindah tangankan atau menjual tempat mereka, dipastikan pedagang tersebut tidak akan mendapatkan tempat lagi.

“Saya sangat berterima kasih kepada PT. Adaro Indonesia‎ dan mitra kerja yang sudah membangunkan pusat Jajanan Barunak ini,”ujarnya.

‎Ini ungkapnya adalah bukti bahwa PT. Adaro Indonesia dan Mitra kerjanya bersama-sama dengan pemerintah telah memajukan daerah ini.

Dan dirinya yakin, pusat jajanan barunak ini dapat berkembang dengan baik dan pesat, ‎karenanya para pedagang harus dapat mengelolanya dengan baik pula.

Ia berharap dengan diresmikannya Pusat Jajanan Barunak ini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat untuk menikmati kuliner.

Dari data yang di dapat, ‎kios atau warung yang terdapat di Pusat Jajanan Barunak ini berjumlah sebanyak 28 buah. Kesemua pedagang yang menempatinyaadalah para pedagang Kuliner kaki lima ‎yang sebelumnya bertempat di seputar Tanjung, sepanjang jalan taman Tanjung, sepanjang trotoar eks Terminal Barunak Tanjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *